Pengenalan Java

PENGENALAN JAVA

PENGERTIAN JAVA

Java adalah bahasa pemrograman yang multi platform dan multi device. Sekali anda menuliskan sebuah program dengan menggunakan Java, anda dapat menjalankannya hampir di semua komputer dan perangkat lain yang support Java, dengan sedikit perubahan atau tanpa perubahan sama sekali dalam kodenya. Aplikasi dengan berbasis Java ini dikompulasikan ke dalam p-code dan bisa dijalankan dengan Java Virtual Machine. Fungsionalitas dari Java ini dapat berjalan dengan platform sistem operasi yang berbeda karena sifatnya yang umum dan non-spesifik.

 

Slogan Java adalah “Tulis sekali, jalankan di manapun”. Sekarang ini Java menjadi sebuah bahasa pemrograman yang populer dan dimanfaatkan secara luas untuk pengembangan perangkat lunak. Kebanyakan perangkat lunak yang menggunakan Java adalah ponsel feature dan ponsel pintar atau smartphone.

 

SEJARAH BAHASA JAVA

Bahasa pemrograman Java pertama lahir dari The Green Project, yang berjalan selama 18 bulan, dari awal tahun 1991 hingga musim panas 1992. Proyek tersebut belum menggunakan versi yang dinamakan Oak. Proyek ini dimotori oleh Patrick Naughton, Mike Sheridan, James Gosling dan Bill Joy, beserta sembilan pemrogram lainnya dari Sun Microsystems. Salah satu hasil proyek ini adalah maskot Duke yang dibuat oleh Joe Palrang. Pertemuan proyek berlangsung di sebuah gedung perkantoran Sand Hill Road di Menlo Park.

Sekitar musim panas 1992 proyek ini ditutup dengan menghasilkan sebuah program Java Oak pertama, yang ditujukan sebagai pengendali sebuah peralatan dengan teknologi layar sentuh (touch screen), seperti pada PDA sekarang ini. Teknologi baru ini dinamai “*7â?³ (Star Seven). Setelah era Star Seven selesai, sebuah anak perusahaan TV kabel tertarik ditambah beberapa orang dari proyek The Green Project. Mereka memusatkan kegiatannya pada sebuah ruangan kantor di 100 Hamilton Avenue, Palo Alto. Perusahaan baru ini bertambah maju: jumlah karyawan meningkat dalam waktu singkat dari 13 menjadi 70 orang. Pada rentang waktu ini juga ditetapkan pemakaian Internet sebagai medium yang menjembatani kerja dan ide di antara mereka.

Pada awal tahun 1990-an, Internet masih merupakan rintisan, yang dipakai hanya di kalangan akademisi dan militer. Mereka menjadikan perambah (browser) Mosaic sebagai landasan awal untuk membuat perambah Java pertama yang dinamai Web Runner, terinsipirasi dari film 1980-an, Blade Runner. Pada perkembangan rilis pertama, Web Runner berganti nama menjadi Hot Java. Pada sekitar bulan Maret 1995, untuk pertama kali kode sumber Java versi 1.0a2 dibuka. Kesuksesan mereka diikuti dengan untuk pemberitaan pertama kali pada surat kabar San Jose Mercury News pada tanggal 23 Mei 1995. Sayang terjadi perpecahan di antara mereka suatu hari pada pukul 04.00 di sebuah ruangan hotel Sheraton Palace. Tiga dari pimpinan utama proyek, Eric Schmidt dan George Paolini dari Sun Microsystems bersama Marc Andreessen, membentuk Netscape.

Nama Oak, diambil dari pohon oak yang tumbuh di depan jendela ruangan kerja “bapak java”, James Gosling. Nama Oak ini tidak dipakai untuk versi release Java karena sebuah perangkat lunak sudah terdaftar dengan merek dagang tersebut, sehingga diambil nama penggantinya menjadi “Java”. Nama ini diambil dari kopi murni yang digiling langsung dari biji (kopi tubruk) kesukaan Gosling.

Java Family Suite(jenis java)

  1. Java Standard Edition (Java SE)

v  For desktop, client/server application

  1. Java Enterprise Edition
    (Java EE)

v  For e-business, e-commerce web based application

  1. Java Micro Edition
    (Java ME)

v  For small devices, like palm,handphone, etc

Instalasi Text Editor dan Set Path

Set path dan instalasi text editor diperlukan
untuk yang mengembangkan aplikasi text-based dengan console

  1. Klik Start àControl Panel à System à Advanced àEnvironment Variables dan set system PATH:
    C:\Program Files\Java\jdk1.6.0_17\bin
  2. Instal text editor untuk editing code:
    textpad, notepad++, JCreator,netbeans,eclipse

 

Variabel

Apa yang dimaksud dengan variable …?

Dilihat dari fungsinya, variabel di Java dibagi menjadi dua, yaitu member variabel dan local variabel.

 

Local variabel dapat dipakai langsung dalam program sedangkan member variabel harus membuat objek terlebih dahulu (referensi objek). Sebelum kita mengetahui lebih dalam mengenai member variabel dan local variabel, kita pelajari dulu cara mendeklarasikan variabel, menginisialisasikan variabel dan syarat pemberian variabel.

 

Syarat pemberian nama Variabel

1. Diawali huruf/abjad atau karakter $ atau UnderScore (_)

2. Tidak boleh memakai simbol khusus, seperti @, !, *, #

3. Tidak boleh memakai kata kunci (keyword/Reserved Word)

 

Key word adalah nama yang dipakai oleh sistem Java. Berikut ini tabel key word yang digunakan dalam java.

 

Abstract Default If
Boolean Break Byte
Case Catch Char
Class Const Continue
Do Double Flse
For Goto Long
New Swich Package
While Void While
This Try Dll, lihat tabel

 

CARA MENDEKLARASIKAN DAN MENGINISIALISASIKAN VARIABEL

Dalam bahasa pemrograman Java, setiap Variabel yang kita pakai dalam program harus diperkenalkan terlebih dahulu. Bentuk umum (syntax) deklarasi variabel adalah sebagai berikut :

< Tipe data> < 1 spasi><Nama variabel>

Contoh :

1. Char Nama;

2. Boolean Jawab;

3. Int Nilai=100;

Dari contoh diatas terlihat contoh ketiga berbeda. Dalam bahasa java, kita dapat mendeklarasikan variabel langsung menginisialisasikan data (memberi nilai awal data). Jika kita mendeklarasikan variabel berupa member variabel, tidak perlu menginisialisasikan variabel. Nilai yang dipakai adalah nilai default (lihat tabel default nilai tipe data).

 

Tabel Nilai Default Tipe Data

TIPE DATA

NILAI DEFAULT

Boolean False
Char ‘\u000’
Bilangan bulat(byte, short, int, long) 0
Bilangan pecahan (float, double) 0.0F atau 0.0D
Referensi objek Null

 

CARA MENGGUNAKANVARIABEL LOCAL

Untuk membuat program memakai local variabel, tahapannya sebagai berikut :

  1. Ketik program dengan nama file Operator.java di Note Pade atau text editor lainnya.

 


public class Operator
{
	public static void main(String args[])
	{
		//local variabel
		int A=10;
		int B=12;
		int C;
		C=A*B;
		System.out.println("A * B ="+C);
	}
}

 

  1. Simpan program tersebut dengan nama “Operator.java” (perhatikan huruf besar-kecil dalam mengetik program).
  2. Kompile program Operator.java
  3. Jalankan program

 

 

CARA MENGGUNAKAN MEMBER VARIABEL

Untuk membuat program memakai member variabel, tahapannya sebagai berikut :

  1. Ketik program dengan nama file MemVar.java di Note Pade atau text editor lainnya.

 


public class MemVar
{
//member variabel
int A=10;
int B=12;
int C;
	public static void main(String args[])
	{
		Memvar mv=new MemVar() ;
		mv.C=mv.A*mv.B;
		System.out.println("A * B ="+mv.C);
	}
}

 

  1. Simpan program tersebut dengan nama “MemVar.java” (perhatikan huruf besar-kecil dalam mengetik program).
  2. Kompile program MemVar.java
  3. Jalankan program

 

TIPE DATA

Tipe data pemrograman Java ada dua jenis, yaitu :

  1. Tipe Data Primitif
  2. Tipe Data Referensi

 

Tipe Data Primitif

 

Tipe data primitif adalah tipe data yang sebelumnya dipersiapkan untuk pemrograman konvensional (pemrograman prosedural). Dalam Java, tipe data primitif dapat dikelompokkan menjadi empat, yaitu : tipe data integer, tipe data floating point, tipe data char dan tipe data Boolean.

Untuk lebih jelasnya lihat tabel di bawah ini :

Tabel Tipe Data Primitif Java

 

KELOMPOK

TIPE

DATA

JANGKAUAN

MEMAKAI

MEMORI

KET

Tipe Integer

(Bilangan bulat)

Byte

Short

Int

 

Long

-128 s.d +127

-32768 s/d 32767

-2147483648 s/d

2147483647

-9223372036854775808 s/d

9223372036854775808 s/d

1 byte

2 byte

4 byte

 

8 byte

 

Tipe Floating

Point

 (Bilangan pecahan)

Float

 

 

 

 

Double

-3.4×108 s/d 3.4×108

 

 

 

 

-1.7×107 s/d 1.7×107

4 byte

Memakai tanda F atau f di belakang

Angkanya

Contoh : 2.4 F

Contoh :

2.4D (default

Simbol pecahan)

Tipe Data Char

Char

    Bilangan desimal dari 0000 s/d FFFF

Tipe Boolean

Boolean

True, False

   

Catatan : untuk tipe data char kita dapat menggunakan nilai unicode, dan dalam program juga kita dapat menggunakan karakter khusus yang didahului simbol backslash (\). Tabel karakter khusus dan nilai unicode dapat anda lihat dibawah ini.

 

Tabel Karakter Khusus dan Unicode

KODE NAMA NILAI UNICODE
\b Backspace \u0008
\t Tab \u0009
\n Linefeed \u000a
\r Carriage return \u000d
\* Double quote \u0022
\’ Single quote \u0027
\\ Backslash \u005c

 

 

TIPE DATA REFERENSI

 

Tipe data referensi adalah tipe data objek dari class tertentu, sama seperti C++. Kelebihan Java adalah Pemrograman Berorientasi Objeck (OOP), dengan tipe ini pada waktu membuat objek baru dapat memakai member variabel (variabel base class).

 

KONSTANTA

 

Konstanta seperti variabel, tetapi nilainya tidak dapat berubah selama program jalan.

Contoh :

Final float DISKON=0.1F

 

Apabila konstanta ingin dapat diakses oleh class yang lain tanpa harus membuat objek baru, pakai modifier public dan keyword Static, seperti contoh dibawah ini.

Public static float DISKON=0.15 F;

 

 

OPERATOR

 

Setiap ekspresi hampir tidak mungkin tidak ada operator (simbol perhitungan), dalam penggunaannya operator dibagi beberapa jenis, yaitu :

 

  1. Operator Aritmatika

Operator aritmatika sering dipakai pada rumus-rumus matematika, yang terdiri dari :+, -, *, /, % (modulus).

  1. Operator Assigment

Operator assigment adalah operator pemberi nilai menggunakan simbol (=).

Contoh :X+=Y, yang sama artinya X=X+Y.

  1. Operator IncrementdanDecrement

Operator Increment dipakai untuk menaikkan nilai, sedangkan operator Decrement

Dipakai untuk menurunkan nilai.

Contoh :

++I sama artinya dengan I=I+1(dikerjakan sesaat)

I++ sama artinya dengan I=I+1(dikerjakan tidak sesaat)

–I sama artinya dengan I=I-1 (dikerjakan sesaat)

I– sama artinya dengan I=I-1(dikerjakan tidak sesaat)

  1. OperatorRelasi

Operator Relasi untuk mengahasilkan nilai boolean (true atau false). Operator relasi terdiri dari>, <, >=, <=, = = , ! =

Contoh :

If (A>=B)

  1. Operator Logika

Operator logika digunakan untuk operasi logika yang sudah tentu menghasilkan nilai boolean. Operator logika terdiri atas && (AND), ¦ (OR)dan! (NOT).

Contoh :

If ((A>=B) ¦(C<D))

Jika dalam ekspresi atau rumus terdapat campuran beberapa operator, yang perlu diperhatikan adalah tingkat hirarki (prioritas). Untuk lebih jelasnya, lihat tabel dengan prioritas tertinggi sampai kebawah).

 

Tabel TingkatPrioritas Operator

 

PRIORITAS

OPERATOR

1 0,[], postfix++, prefix++, prefix –
2 Unary +, unary -, prefix ++, prefix–
3 (type), new
4 *, /, %
5 +,-
6 <<, >>, >>>
7 <, <=, >, >=, instanceof
8 = =, ! , =
9 &
10 ^
11 ¦
12 &&
13 ¦
14 ? :
15 =, + =, – =, * =, /=, %=,^=, &=, I=,<<=

 

Program Operasi Increment dan Decrement

public class Opincdec
{
//Member Variabel
int A=10;
	public static void main(String args[])
	{
		Opincdec mv =new Opincdec();
		System.out.println("Nilai A="+mv.A);
		System.out.println("Nilai increment A="+ ++mv.A);
		System.out.println("Nilai Decrement A="+ --mv.A);
	}
}

 

Program OperasiLogika


public class Oplog
{
	public static void main(String args[])
	{
		int A=10;
		int B=5;
		int C=13;
		int D=6;
		System.out.println("A="+A);
		System.out.println("B="+B);
		System.out.println("C="+C);
		System.out.println("D="+D);
		System.out.println("A>B Dan C>D="+((A>B) && (C>D)));
		System.out.println("A>B atau C>D="+((A>B) || (C>D)));
		System.out.println("A<B Dan C>D="+((A<B) && (C>D)));
	}
}

 

3.Program OperasiRelasi

 


public class Oprel
{
//Member Variabel
int A=10;
int B=5;
	public static void main(String args[])
	{
		Oprel mv =new Oprel();
		System.out.println("A=10");
		System.out.println("B=5");
		System.out.println("A Lebih Besar B="+(mv.A>=mv.B));
	}
}

 

 

PERCABANGAN

Instruksi pencabangan disebutkan juga instruksi kondisional (berarti jika = If ) yang terbagi atas empat jenis instruksi yaitu : if, if ..else, if..elsif, case. Adapun pembahasan dari ke empat instruksi tersebut adalah sebagai berikut :

 

InstruksiIF

 

Instruksi ini akan bekerja Jika suatu kondisi terpenuhi, maka program akan mengerjakan satu statemen atau beberapa statemen dan sebaliknya akan mengerjakan program dibawah kondisi tersebut.

 

Syntax Instruksi IF

 

IF <Kondisi>

… Statemen aksi jika kondisi benar;

Statemen aksi jika kondisi salah;

 

 

Contoh :

Perhatikan algoritma yang disajikan dalam program Java berikut ini :

If (nilaiku>nilai)

{

Lulus=true;

Ket=Lulus;

}

Print (Nilaiku);

Print (Lulus);

Print(Ket);

 

Keterangan :

 

Jika nilaiku lebih besar dari atau sama dengan nilai, maka vaiabel Lulus diberi nilai True dan variabel akan diberi data String “Lulus”

 

Contoh :

Untuk lebih jelasnya, akan di tampilkan progam untuk menentukan kelulusan siswa.

 


public class Insif
{
int nilai=55;
boolean lulus;
String ket;
	public static void main(String args[])
	{
		Insif Bukti=new Insif();
		int nilaiaku=65;
		if (nilaiaku>=Bukti.nilai)
		{
			Bukti.lulus=true;
			Bukti.ket="Lulus";
		}
		System.out.println("Nilai Aku="+nilaiaku);
		System.out.println("Status Kelulusan="+Bukti.lulus);
		System.out.println("Keterangan Kelulusan="+Bukti.ket);
	}
}

 

PENCABANGAN IF – ELSE

Pencabangan if – else adalah instruksi pencabangan yang menyediakan aksi jika kondisi benar dan aksi jika kondisi salah. Lain halnya dengan if, yang hanya menyediakan aksi jika benar. Perlu diingat, bahasa Java mirip dengan C, pernyataan sebelum else menggunakan titik koma (;).

 

Syntax Perintah IF-ELSE

IF <kondisi>

Aksi jika kondisi benar;

Else

Aksi jika kondisi salah;

Statemen berikutnya;

 

Contoh :

If (Niliaku>=65)

Bukti = “Lulus”

Else

Bukti=”Gagal”

 

 

Contoh :

 


public class Insifels
{
int nilai=55;
boolean lulus;
String ket;
	public static void main(String args[])
	{
		Insifels Bukti=new Insifels();
		int nilaiaku=45;
		if (nilaiaku>=Bukti.nilai)
		{
			Bukti.lulus=true;
			Bukti.ket="Lulus";
		}
		else
		{
			Bukti.lulus=false;
			Bukti.ket="Gagal";
		}
		System.out.println("Nilai Aku="+nilaiaku);
		System.out.println("Status Kelulusan="+Bukti.lulus);
		System.out.println("Keterangan Kelulusan="+Bukti.ket);
	}
}

 

Latihan

Buat program untuk pembeliandengan ketentuan sebagai berikut :

-Sebagai data input adalah harga barang, Qty

-Jumlah = Qty * harga barang

-Diskon dihitung dari jumlah

-Jika jumlah lebih dari atau sama dengan 500.000, maka 10 % dari jumlah, dan keterangan akan terisi “Diskon”, sebaliknya variabel diskon =0 dan keterangan =”Tak diskon”

-Bayar = Jumlah – diskon

 

OUTPUT :

 

Quantity beli = 5

Harga Barang= 200.000

Jumlah= 1.000.000

Diskon= 100.000

Bayar= 900.000

Keterangan= Diskon

 

JAWAB :

 

PENCABANGAN IF..ELSEIF

 

Bentuk perintah If .. Elseif membuat perintah pencabangan If tersusun rapi sehingga programmer mudah untuk mengendalikan jalannya program yang membutuhkan banyak kondisi.

Pencabangan If..Else dipakai untuk alternatif beberapa If, jika kondisi tidak dipenuhi ditanya kembalikondisi yang lain dan seterusnya. Apabila semua kondisi tidak dipenuhi, akan mengerjakan statemen dibawah else.

 

Syntax Perintah If .. Elseif

IF <kondisi>

Aksi jika kondisi 1 benar

ELSE

IF <kondisi2>

Aksi jika kondisi 2 benar

ELSE

IF <kondisi N>

…..

ELSE

Statement berikutnya ….

 

Contoh :

IF (Nilai>=55) && (Nilai<=70)

Ket=”Lulus Cukup”;

Else

IF (Nilai>=71) && (Nilai<=84)

Ket=”Lulus baik”

Else

IF (Nilai>=85) && (Nilai<=100)

Ket=”Lulus memuskan”;

Else

Ket=”Gagal”

 

 

 

PACKAGEJAVAX.SWING

 

Package Javax.Swing berguna jika kita menggunakan metode ShowInputDialog. Setiap program java apabila menggunakan showInputDialog, pada bagian atas program harus menyebutkan keyword Importdiikuti dengan Javax.Swing.*;

 

Contoh : Penerapan metode ShowInputDialog dalam progam nilai

 


import javax.swing.*;
public class Insdial
{
	public static void main(String args[])
	{
		String nilai=JOptionPane.showInputDialog("Input Nilai?");
		int iptnilai=Integer.parseInt(nilai);
	}
}

 

Contoh : Program untuk menentukan kelulusan Siswa dengan IF..ELSEIF dan

melibatkan metode ShowInputDialog

 


import javax.swing.*;
public class Insifelsif
{
	public static void main(String args[])
	{
	boolean Lulus;
	String Ket;
	String iptnilai=JOptionPane.showInputDialog ("Nilai Anda ?");
	int nilai=Integer.parseInt(iptnilai);
	if ((nilai>=55) && (nilai<=70))
	{
		Lulus=true;
		Ket="Lulus Cukup";
	}
	else
	{
		if ((nilai>=71) && (nilai<=84))
		{
			Lulus=true;
			Ket="Lulus Baik";
		}
		else{
			if ((nilai>=85) && (nilai<=100))
			{
				Lulus=true;
				Ket="Lulus Memuaskan";
			}
			else
			{
				Lulus=false;
				Ket="Gagal";
			}
		}	
	}
	System.out.println("Nilai Aku="+nilai);
	System.out.println("Status Kelulusan="+Lulus);
	System.out.println("Keterangan Kelulusan="+Ket);
	System.exit (0);
	}

}

 

Latihan :

 

Buat program dengan menggunakan perintah If .. Elseifuntuk menentukan diskon dengan tingkat jumlah pembelian sebagai berikut :

 

NO

PEMBELIAN

DISKON

KETERANGAN

1 100.000<=Jumlah<=300.000 10 % Diskon 10 %
2 300.000<=Jumlah<=500.000 20 % Diskon 20 %
3 500.000<=Jumlah<=700.000 30 % Diskon30 %
4 700.000<Jumlah 40 % Diskon40 %

 

OUTPUT :

 

Hasil dari program tersebut adalah sebagai berikut :

Quantity Beli = 5

Harga barang= 100.000

Jumlah= 1.000.000

Diskon=400.000

Bayar=600.000

Keterangan= Diskon 40 %

 

 

PENCABANGANSWITCH

Instruksi ini digunakan untuk menyederhanakan instruksi IF yang membutuhkan banyak kondisi. Tetapi yang perlu diperhatikan adalah variabel yang menjadi pilihan adalah vaiabel integer, seperti byte, short, char dan int. Variabel char dapat sebagai variabel switch karena char sebenarnya mempunyai jangkauan nilai angka 0 sampai dengan 65535.

 

Syntaxpencabangan Switch adalah sebagai berikut :

 

Switch (<Ekspresi_integer>)

{

Case <nilai variabel> : <blok pernyataan>

break;

Case <nilai variabel> : <blok pernyataan>

break;

…..

Default: <blok pernyataan>

Break;

}

 

Contoh : Buat program untuk menentukan tingkat umur dengan pencabangan Switch

Adapun untuk menentukan tingkat umur dengan ketentuan sebagai berikut :

-Jika umur 1 sampai 17 tahun = Anak-anak

-Jika umur 18 sampai 25 tahun = Remaja

-Jika umur 26 keatas= Orang tua

 

Output:

 

Program menentukan Tingkat Umur :

 


import javax.swing.*;
public class Insswi
{
	public static void main(String args[])
	{
	String pilihan=JOptionPane.showInputDialog("Pilihan:\n1. 1 s/d 17 Tahun.\n2. 18 s/d 25 Tahun\n3. 26 Tahun keatas");
	int pilih=Integer.parseInt(pilihan);
	switch(pilih)
	{
		case 1: System.out.println("Anak-anak");
		break;
		case 2: System.out.println("Remaja");
		break;
		case 3: System.out.println("Orang Tua");
		break;
		default: System.out.println("Pilihan Salah");
		break;
	}
	System.exit(0);
	}
}

 

PENCABANGANTERNARY If..Else

 

Instruksi pencabangan ternary If..Else sebenarnya sama dengan instruksi pencabangan If..Else, tetapi penulisannya lebih singkat.

 

Syntanx Instruksi If..Else

 

(<ekspresi Boolean>)? <Ekspresi Jika Benar>:(ekspresi jika salah>)

Contoh : program berikut ini untuk menentukan kelulusan siswa. Sebagai data input adalah nilai. Jika nilai lebih dari atau sama dengan 55, maka Outputnya keterangan “Lulus”. Selain itu “Gagal”.

 

Programnya :

 


import javax.swing.*;
public class Insterif
{
	public static void main(String args[])
	{
		String nilai=JOptionPane.showInputDialog("Input Nilai?");
		int iptnilai=Integer.parseInt(nilai);
		String ket=(iptnilai>=55?"Lulus":"Gagal");
		System.out.println("Keterangan="+ket);
		System.exit(0);
	}
}

 

PENGULANGAN (Repetisi)

Perintah pengulangan dalan Java terdiri atas For, While dan Do-While. Pemeriksaan kondisi untuk For, While dilakukan diatas sedangkanDo-While di bawah. Instruksi While dan Do perlu counter untuk menaikan variabel pengulangan yang terletak di dalam badan pengulangan sedangkan For tidak perlu.

 

PENGULANGAN FOR

 

Dalam pengulangan for kita harus menentukan nilai awal pengulangan dan nilai akhir pengulangan, pengulangan for tidak membutuhkan kounter untuk menaikan variabel karena sudah disebutkan pada salah satu parameter pengulangan.

 

Syntax :

 

For (<Nilai awal>, <kondisi>,<nilai kenaikan>)

Contoh :Buatlah program dengan instruksi perulangan For dengan output yang

dihasilkan sebagai berikut :

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

 

Programnya :

 


class ForDemo
{
	public static void main(String args[])
	{
		for (int i = 1 ; i <= 10 ; i++)
		System.out.print(i+"");
		System.out.println();System.out.println();
	}
}

PENGULANGANWHILE

Pengulangan While pada prinsipnya sama dengan instruksi pengulangan For tetapi yang perlu diperhatikan adalah nilai awal variabel pengulangan dan kounter variabel. (variabel yang menaikan nilai tersebut).

Dalam pengulangan While kita harus menentukan nilai awal pengulangan dan kondisi bilamana pengulangan diakhiri. Pengulangan While membutuhkan kounter untuk menaikan variabel.

 

Syntax Pengulangan While

 

While (<kondisi>)

… Instruksi yang diulang termasuk kounter

Contoh : Buat program Java dengan menggunakan instruksi perulangan While yang

akan menghasilkan output sebagai berikut :

 

12345678910

 

 

Programnya :

 


class WhileDm

{

public static void main(String args[])

{

int n = 0;

while (++n <= 10)

System.out.print(n+"");

}

}

 

Bila statemen while (n++ <= 10), maka hasilnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

 

PENGULANGANDO-WHILE

Instruksi pengulangan do berbeda dengan dua instruksi pengulangan sebelumnya (for dan while). Instruksi pengulangan do-while pemeriksaan kondisi berada dibawah berarti minimal sekali dikerjakan. Walaupun ada perbedaan, instruksi pengulangan do-while mempunyai persamaan dengan instruksi pengulangan while (menentukan nilai awal variabel pengulangan dan kounter kenaikan variabel pengulangan).

 

 

Syntax Pengulangan Do_While

 

Do

… instruksi yang diulang termasuk kounter

While (<kondisi>);

 

Contoh : 

Buat program dengan menggunakan instruksi Do – While untuk

mengahsilkan output sebagai berikut:

12345678910

 

Programnya :

 


class DoWhile

{

public static void main(String args[])

{

int n = 1;

do

System.out.print(n+"");

while (++n <= 10);

}

}

 

ARRAY

 

Variabel Array bertujuan untuk mengurangi penggunaan variabel yang banyak dandan variabel array juga memudahkan kita dalam mengatur data seperti pengurutan, mencari nilai terbesar, mencari rata-rata dan lainnya. Macam-macam array yaitu : array Satu Dimensi, array Dua Dimensi, array Multi dimensi.

 

Array Dimensi Satu

 

Array satu dimensi adalah variabel yang mempunyai nama sama dan tipe data yang sejenis. Untuk membedakan data yang satu dengan yang lainnya dibedakan oleh indeks. Sebagai contoh, perbedaan antara variabel array dengan variabel biasa, perhatikan contoh dibawah ini.

 

Variabel Biasa

A=10;

B=20;

C=30;

 

Contoh :Penggunaan Variabel biasa dalam program

 


public class Biasa
{
	public static void main(string args[])
	{
		int A=10;
		int B=20;
		int C=30;
		int D=0;
		D=A+B+C;
		System,out.println("Nilai D="+D);
	}
}

 

Variabel Array Satu Dimensi

 

A[1]=10;

A[2]=20;

A[3]=30;

 

 

Contoh : Penggunaan Array Satu Dimensi untuk memasukkan banyak data. Namun

sebagai contoh Anda memasukkan 10 data saja kemudian data tersebut

akan dijumlahkan.

 


import javax.swing.*;
public class Larik
{
	public static void main(String args[])
	{
	int total=0;
	String Strjml=JOptionPane.showInputDialog("Banyak Angka?");
	int jml=Integer.parseInt(Strjml);
	int[] angka=new int[jml];
	for (int i=0;i<jml;i++)
	{
		String Strangka=JOptionPane.showInputDialog("Angka?");
		int t_angka=Integer.parseInt(Strangka);
		angka[i]=t_angka;
		total=total+angka[i];
	}
	System.out.println("Jumlah Angka="+total);
	System.exit(0);
	}
}

 

Output :Apa hasil program diatas ….. ?

 

Penjelasan :

Variabel string strjml menerima data banyak angka yang kemudian dikonversi menjadi data integer dan disimpan dalam variabel jml. Angka-angka yang diinput sebenarnya disimpan pada variabel integer t_angka yang sebelumnya merupakan hasil konversi dari variabel string Strangka yang didapat dari showInputDialog. Masing-masing angka yang diinput ke t_angka disimpan pada variabel larik satu dimensi angka dan masing-masing ditambahkan disimpan dalam variabel total.

 

ARRAY DUA DIMENSI

Array Dua Dimensi adalah variabel yang mempunyai nama sama, dan tipe data sejenis. Untuk membedakan data satu dengan yang lain dibedakan oleh indeks. Variabel array Dua Dimensi memiliki dua indeks. Indeks yang pertama menyatakan baris dan indeks yang kedua menyatakan kolom. Perlu diketahui bahwa dalam program Java indeknya dimulai dari 0. Sebagai ilustrasi, lihat bentuk variabel array menyimpan data.

Contoh : Variabel array dua dimensi seperti dibawah ini.

 

A[0][0]=10;

A[0][1]=20;

A[0][2]=30;

 

Contoh : Penerapan Array Dua Dimensi dalam program

 


import javax.swing.*;
public class tambah
{
	public static void main(String args[])
	{
	int[][] tabel1=new int[2][2];
	int[][] tabel2=new int[2][2];
	int[][] tabel3=new int[2][2];
	for (int i=0;i<tabel1.length;i++)
	{
		for (int j=0;j<tabel1[0].length;j++)
		{
		String A=JOptionPane.showInputDialog("Angka Matrik A");
		int angka=Integer.parseInt(A);
		tabel1[i][j]=angka;
		}
	}
	for (int i=0;i<tabel2.length;i++)
	{
		for (int j=0;j<tabel2[0].length;j++)
		{
		String B=JOptionPane.showInputDialog("Angka Matrik B");
		int angka2=Integer.parseInt(B);
		tabel2[i][j]=angka2;
		}
	}
	for (int i=0;i<tabel3.length;i++)
	{
		for (int j=0;j<tabel3[0].length;j++)
		tabel3[i][j]=tabel1[i][j]+tabel2[i][j];
	}
	//cetak matrik A
	System.out.println("Matrik A:");
	for(int i=0;i<tabel1.length;i++)
	{
		for(int j=0;j<tabel1[0].length;j++)
		System.out.print(tabel1[i][j]+" ");
		System.out.print("\n");
	}
	//cetak matrik B
	System.out.println("Matrik B:");
	for(int i=0;i<tabel2.length;i++)
	{
		for(int j=0;j<tabel2[0].length;j++)
		System.out.print(tabel2[i][j]+" ");
		System.out.print("\n");
	}
	//cetak matrik C
	System.out.println("Matrik C:");
	for(int i=0;i<tabel3.length;i++)
	{
		for(int j=0;j<tabel3[0].length;j++)
		System.out.print(tabel3[i][j]+" ");
		System.out.print("\n");
	}
	System.exit(0);
	}
}

 

Penjelasan :Program diatas

 

int[][] tabel1=new int[2][2];

 

Arti baris perintah di atas mendeklarasikan variabel tabel1 sebagai variabel array dua dimensi dengan tipe integer, banyaknya elemen 4 (2×2). Baris 2 dan kolom 2 berarti barisnya mulai 0 sampai 1 demikian juga kolomnya.

for (int j=0;j<tabel1[0].length;j++)

{

String A=JOptionPane.showInputDialog(“Angka Matrik A”);

int angka=Integer.parseInt(A);

tabel1[i][j]=angka;

}

}

 

 

Baris di atas untuk memasukkan angka ke dalam variabel array dua dimensi tabel1.

 

for (int i=0;i<tabel3.length;i++)

{

for (int j=0;j<tabel3[0].length;j++)

tabel3[i][j]=tabel1[i][j]+tabel2[i][j];

}

 

 

Baris diatas untuk menambahkan variabel array dua dimensi tabel1 dengan variabel array dua dimensi tabel2 disimpan pada variabel array dua dimensi tabel3.

 

for(int i=0;i<tabel1.length;i++)

{

for(int j=0;j<tabel1[0].length;j++)

System.out.print(tabel1[i][j]+” “);

System.out.print(“\n”);

}

 

Baris diatas untuk mencetak nilai data dari variabel array dua dimensi tabel1.

 

ARRAY MULTIDIMENSI

 

Sebenarnya tidak ada array multi dimensi pada java. Yang ada yaitu array dari array, yang tampaknya mirip dengan array multidimensi, tetapi dengan beberapa perbedaan kecil. Array multidimensi biasanya dialokasikan dalam blok. Jika ada matrik XYZ tiga dimensi, maka kapasitas yang diperlukan adalah X kali Y kali Z ukuran tipe disimpan pada tiap sel. Pada Java kita dapat mendeklarasikan variabel sebagai tiga dimensi, tetapi dengan mengabaikan dimensi kedua dan ketiga, lalu mengalokasikan arah Y dan Z secara terpisah.

 

Contoh berikut ini mengahasilkan matriks double 4×4 yang diinisialisasikan dengan nilai di diagonal (x=y) yang dibuat 1, dan sisanya dibuat nol.

 


Class Matrix
{
	public static void main(String args[])
	{
		Double m[] [];
		M = new double[4] [4];
		m[0] [0] = 1;
		m[1] [1] = 1;
		m[2] [2] = 1;
		m[3] [3] = 1;
		System.out.println(m[0] [0] + ""+m[0] [1] + ""+
		m[0] [2] + ""+m[0] [3]);
		System.out.println(m[1] [0] + ""+m[1] [1] + ""+
		m[1] [2] + ""+m[1] [3]);
		System.out.println(m[2] [0] + ""+m[2] [1] + ""+
		m[2] [2] + ""+m[2] [3]);
		System.out.println(m[3] [0] + ""+m[3] [1] + ""+
		m[3] [2] + ""+m[3] [3]);
	}
}

 

STRING

Pemrograman java banyak memakai string dalam manipulasi program sehingga sangat penting kita untuk mendalami perintah-perintah yang berhubungan dengan string. Adapun yang akan dibahas dalam pembahasan string adalah antara lain :

 

Menggabungkan String

Simbol operator (+) dapat dipakai untuk menggabungkan string. Bentuk umum penggabungan adalah sebagai berikut :

 

<String/Variabel String1> + <String/variabel String2>+ …

 

Contoh :

 


public class Gabung
{
	public static void main(String args[])
	{
		String kata1="Java";
		String kata2="Pemrograman";
		String kata3="Objek";
		String Gabung1=kata1+kata2+kata3;
		System.out.println(Gabung1);
		String Gabung2=kata1+" "+kata2+" "+kata3;
		System.out.println(Gabung2);
	}
}

 

Membandingkan String dengan Equals

 

Dua data string dapat dibandingkan dengan Method equals, nilai yang dihasilkan berupa boolean. Jika benar, kerjakan aksi sebelah kiri, selain itu aksi sebelah kanan. Bentuk umum equal sebagai berikut :

 

Syantax : Equal adalah

 

+(<var string1>.equals(var string2)?”Aksi jika Benar”:”Aksi jika Salah”)

Contoh :

 


public class Banding
{
	public static void main(String args[])
	{
		String lunak="Java";
		String kata1="Java";
		String kata2="Pemrograman";
		String kata3="Objek";
		System.out.println("Lunak sama kata1="+(lunak.equals(kata1)?"Ya":"Tidak"));
		System.out.println("kata1 sama kata2="+(kata1.equals(kata2)?"Ya":"Tidak"));
	}
}

 

Mengambil String Tertentu dengan Substring

Method Substring dapat mengambil string dengan menentukan posisi awalpengambilan. Adapun bentuk umum substring adalah sebagai berikut :

 

<Var String Penerima>=<Var String yang diambil>.Substring(posisi awal);

 

Contoh :


public class Dpsubstr
{
	public static void main(String args[])
	{
		String kata1="Java Bahasa Pemrograman Objek";
		String kt1=kata1.substring(5);
		System.out.println("Kata Semula="+kata1);
		System.out.println("Kata Yang Dapat dari posisi 5="+kt1);
	}
}

 

Mengganti Huruf tertentu dengan Replace

Methode Replace digunakan untuk mengganti suatu character dengan character lainnya. Bentuk umum dari replace adalah sebagai berikut :

 

<Var String1 penerima> = <Var String2 yang diambil>.replace(‘Karakter yang dicari’,‘Karakter Pengganti’)

 

Contoh :

 


public class Gantirep
{
	public static void main(String args[])
	{
		String kata1="Java Bahasa Pemrograman Objek";
		String kt1=kata1.replace('a','A');
		System.out.println("Kata Semula="+kata1);
		System.out.println("Kata Yang Telah Diganti="+kt1);
	}
}

 

Mengambil Character Tertentu

 

Dengan getChar Anda dapat mengambil karakter tertentu dan disimpan dalam variabel array karakter. Bentuk Umum getChar sebagai berikut :

 

<Var string yang diambil>.getChars(<posisi awal>,<posisi akhir>,<Var array karakter>,<Indeks array ditempat>);

 

Contoh : Program mengambil mengambil kharakter tertentu.

 


public class Ambilchar
{
	public static void main(String args[])
	{
		String kata1="Saya mahasiswa Cinta Program Java";
		char[] raychar=kata1.toCharArray();
		for (int i=0;i<raychar.length;i++)
		System.out.print(raychar[i]+" ");
		char[] getkar=new char[12];
		kata1.getChars(21,33,getkar,0);
		System.out.println("\n");
		for (int i=0;i<getkar.length;i++)
		System.out.println(getkar[i]);
	}
}

 

Penjelasan Program tersebut:

String kata1=”Saya mahasiswa Cinta Program Java”;

char[] raychar=kata1.toCharArray();

 

Artinya : mengkonversi (mengubah) variabel string kata1 ke variabel larik karakter

raychar.

 

for (int i=0;i<raychar.length;i++)

System.out.print(raychar[i]+” “);

 

Artinya : cetak ke layar isi variabel array karakter raychar yang panjangnya

diketahui dengan methode length dan setiap dan setiap huruf yang dicetak

diberi satu spasi diantaranya.

 

char[] getkar=new char[12];

kata1.getChars(21,33,getkar,0);

 

artinya :buat objek baru berupa variabel array karakter dengan nama getkar yang

panjang elemennya 12. Ambil karakter variabel string kata1 dimulai posisi

19 hingga31danletakkanpadavariabel array karakter getkar dimulai

pada posisi indeks array 0.

 

System.out.println(“\n”);

 

Artinya : mencetak baris kosong dengan karakter khusus \n.

 

for (int i=0;i<getkar.length;i++)

System.out.println(getkar[i]);

 

Artinya : cetak isi ke layar isi variabel array karakter getkar yang panjangnya

diketahui dengan methode lenght.

 

 

Konversi Character ke String (copyValueOf)

 

Untuk menampilkan character yang tersimpan dalam variabel array, dapat kita konversi dahulu ke bentuk string. Sehingga akan lebih mudah kita tampilkan.

Bentuk Umum copyValueOf adalah :

 

< Var String yang menampung>=String.copyValueOf(<Var Karakter Array>);

 

Contoh : Program untuk menampilkan character yang tersimpan dalam variabel array sebagai berikut :

 


public class kartostr
{
	public static void main(String args[])
	{
		char[] raychar={'I','n','f','o','r','m','a','t','i','k','a'};
		for (int i=0;i<raychar.length;i++)
		System.out.print(raychar[i]);
		String kata1=String.copyValueOf(raychar);
		System.out.println(" "+"Dari karakter Menjadi String="+kata1);
	}
}

 

Penjelasan :

 

char[] raychar={‘I’,’n’,’f’,’o’,’r’,’m’,’a’,’t’,’i’,’k’,’a’};

for (int i=0;i<raychar.length;i++)

System.out.print(raychar[i]);

String kata1=String.copyValueOf(raychar);

 

 

Artinya :

Mendeklaraskan variabel array karakter raychar dan langsung menginisialisasikan {‘I’,’n’,’f’,’o’,’r’,’m’,’a’,’t’,’i’,’k’,’a’}. Kemudian mencetak variable array raychar dimulai dari indeks elemen 0 hingga panjang akhir variable array raychar yang diketahui menggunakan methode lenght. Setelah dicetak variable array character raychar dikonversi menjadi variable string dengan methode copyValueOf dan disimpan dalam variable string kata1.

 

Membandingkan String dengan CompareTo

 

Untuk membandingkan kakarter yang perlu diperhatikan jika hasil 0, karakter yang dibandingkan sama. Namun, jika positif karakter lebih besar, selain itu lebih kecil.

Bentuk umum compareTo sebagai berikut :

 

Contoh : Program untuk membandingkan karakter.

 


public class Urutstr {
	public static void main(String args[])
	{
		String[] Temanku={"Toni","Zaki","Aldo","Badu"};
		String smt;
		system.out.println("Sebelum Di Urut=");
		for (int i=0;i<(Temanku.length);i++)
		system.out.println(Temanku[i]);
		//proses urut Bubble sort
		system.out.println("Sesudah Di Urut=");
		for (int i=0;i<(Temanku.length-1);i++)
		{
			for (int j=0;j<(Temanku.length-1);j++)
			{
				if (Temanku[j].compareTo(Temanku[j+1])>0)
				{
					smt=Temanku[j+1];
					Temanku[j+1]=Temanku[j];
					Temanku[j]=smt;
				}
			}
		}
		for (int i=0;i<Temanku.length;i++)
		{
			System.out.println(Temanku[i]);
		}
	}
}

 

PenjelasanProgram :

 

for (int i=0;i<(Temanku.length-1);i++)

{

            for (int j=0;j<(Temanku.length-1);j++)

            {

                        if (Temanku[j].compareTo(Temanku[j+1])>0)

                        {

                                    smt=Temanku[j+1];

                                    Temanku[j+1]=Temanku[j];

                                    Temanku[j]=smt;

                        }

            }

}

 

Artinya :

Membandingkan variabel array Temanku[0] dengan Temanku[1, jika lebih besar (urutannya lebih besar), simpan dahulu isi temanku [1] ke variabel sementara smt. Kemudian isi Temanku[0] ke dalam Temanku[1] dan smt disimpan ke dalam Temanku[0](melakukan penukaran).

 

Menggabungkan String dengan StringBuffer

Menggabungkan String menggunakan StringBuffers lebih cepat dibandingkan dengan menambahkan menggunakan operator +, StringBuffer erat hubungannya dengan methode toString() untuk diubah ke String dan untuk menggabungkan String menggunakan Append(). Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh programnya.

 

Contoh :

 


public class Jurusan
{
	public static void main(String args[])
	{
		StringBuffer Jrs=new StringBuffer();
		String kataif="Teknik";
		Jrs.append(kataif).append(" Informatika");
		System.out.println(Jrs.toString());
		System.out.println(Jrs);
	}
}

 

Penjelasan :

 

StringBuffer Jrs=new StringBuffer();

String kataif=”Teknik”;

Jrs.append(kataif).append(” Informatika”);

System.out.println(Jrs.toString());

System.out.println(Jrs);

 

Artinya :

 

Membuat objek baru Jrs dari StringBuffers, variabel string kataif diisi dengan Data String “Terbaik”. Kemudian menambahkan StringBuffers JRS dengan isi kataif dan data String “Informatika”. Setelah itu dicetak menggunakan Methode toString() dan tanpa toString() yang hasilnya sama karena perintah println secara tidak langsung memanggil methode toString().

 

Selain dari pembahasan string diatas perlu anda mengerti perintah-perintah untuk Modifikasi penyalinan String antara lain : concat,toLowerCase, toUpperCase, trim, ValueOf, StringBuffer, Append, Insert

 

Concat

Penggabungan string dengan methode Concat pada String yang menghasilkan objeks baru dengan isi string saat itu ditambah dengan karakter parameter di belakangnya.

 

Contoh :

“Program”concat(“Java”), akan menghasilkan Program Java

 

toLowerCase dan toUpperCase

Methode toLowerCasedigunakan untuk merubah semua karakter dalam string dari huruf besar ke huruf kecil.

Contoh:

JAVA”.toLowerCase()

Akan menghasilkan :java

 

Sedangkan mehode toUpperCase digunakan untuk merubah semua karakter dalam string dari huruf kecil ke besar.

 

Contoh :”java“.toUpperCase()

Akan menghasilkan:JAVA

 

TRIM

 

Methode Trim menghasilkan salinan String dengan memotong bagina kosong (spasi) di depan dan di belakang.

 

Contoh :

“ProgramJava”.trim()

 

Akan menghasilkanProgram Java

 

 

ValueOf

 

Jika anda memiliki sejumlah tipe data dan ingin mencetak nilainya dalam bentuk yang dapat dibaca, maka data tersebut harus diubah dulu menjadi String, method statis valueOf di Overload untuk setiap tipe java yang mungkin, sehingga setiap tipe tersebut dapat diubah secara benar ke dalam String. Seperti telah kita bahas sebelumnya, method ini dipanggil dengan operator ‘+’ String yang di Overload, dengan cara method Append pada StringBuffer. Anda dapat memanggil langsung method ini dengan sembarang tipe untuk menghasilkan suatu representasi String yang memadai. Setiap Objek yang dilewatkan pada ValueOf akan mengeluarkan hasil pemanggilan method ToSring pada Objek. Sebetulnya kita dapat langsung memanggil toString, dan akan diperoleh hasil yang sama. Semua tipe data yang sederhana dirubah menjadi representasi String biasa.

 

StringBuffer

 

StringBuffer adalah pasangan class String yang menyediakan banyak fungsi string yang umum. String merepresentasikan urutan character yang tetap, tidak dapat diubah. StringBuffer merepresentasikan urutan karakter yang dapat dikembangkan dan ditulis ulang. StringBuffer dapat disisipi karakter dan substring di tengahnya, atau ditambah dibelakangnya. StringBuffer secara automatis berkembang menghasilkan ruang untuk penambahan seperti itu, dan sering kali sudah memiliki karakter didalamnya, tidak diisi belakangan.

Ini dilakukan untuk meningkatkan kinerja, meminimalkan jumlah waktu yang dibutuhkan array karakter internal untuk dialokasikan ulang. Java sangat menggunakan kedua class tersebut, tetapi banyak programmer hanya berurusan dengan String, dan membiarkan Java mengolah StringBuffer di belakang layar dengan menggunakan operator ‘+’ yang dioverload.

 

Append

 

Method Append pada stringBuffer paling sering dipanggil melalui operator ‘+’. Operator tersebut memiliki versi yang dioverload untuk semua tipe data. String ValueOf dipanggil untuk setiap parameter dan hasilnya ditambahkan ke StringBuffer yang berlaku. Buffer itu sendiri dihasilkan oleh setiap versi Append yang berlaku. Ini memungkinkan pemanggilan berurutan dikaitkan, seperti ditunjukkan oleh contoh program berikut ini :

 


class appendDemo {

public static void main (String args[]) {

String s;

Int a = 42;

StringBuffer sb=new StringBuffer(40);

S = sb.append("a=").append(a).append("!").toString()

System.out.println(s);

}

}

 

Insert

 

Methode insert sama persis dengan method append, memiliki versi untuk semua tipe yang mungkin, kecuali bahwa insert ini menempatkan karakter yang dihasilkan oleh string.ValueOf pada ofset tertentu di dalam buffer sebagaimana ditentukan oleh parameter pertama method insert.

 

Contoh :

 


class insertDemo {

Public static void main(string args[]) {

StringBuffer sb= new stringBuffer("helo dunia!");

sb.insert(10, "penghuni");

System.out.println(sb);

}

}

 

Sumber :

http://romisatriawahono.net/

http://belajar-komputer-mu.com/pengertian-pemrograman-java-kelebihan-dan-kekurangan/

http://www.websejarah.com/2010/12/sejarah-dan-perkembangan-program-java.html

 

  1. 29 May 2011 at 4:12 am

    terima kasih tas blog yg sngt brmanfaat ini……!!!!
    mz sy mo mnt bantuanx !!! tlng postingin codin java yng mnggunkn GUI AWT to swing..
    yng bntk program “concatc book” dimn menux ada “add,view,search,delete,” tlong y dlm mnggu ini bnr” dbthkn…..!!!! bwt msx tq n tmbh sukses slalu

  2. 21 September 2013 at 6:34 pm

    I would like to express some appreciation to this writer for bailing me out of this type of instance. After checking through the the web and finding principles that were not helpful, I figured my entire life was over. Existing without the presence of strategies to the problems you have sorted out by way of your entire guideline is a critical case, and ones that might have badly damaged my career if I had not come across your web site. Your primary understanding and kindness in maneuvering all things was priceless. I’m not sure what I would have done if I had not discovered such a stuff like this. It’s possible to at this point relish my future. Thanks for your time so much for your specialized and result oriented help. I will not hesitate to propose the website to anybody who desires recommendations on this subject.

  3. silvia
    27 October 2013 at 3:38 am

    haiii… saya masih anak SMK…
    di SMK aku ambil jurusan komputer yg tepatnya jurusanku Rekayasa perangkat lunak…
    aku mau nayak ap sih kegunaan dari fungsi kode2 berikut :
    a.Integer.parseInt (’10’)
    b.String.valueOf (‘100′)
    c.double.parseDouble(‘10.20′)

    • javanewbie
      28 October 2013 at 3:16 am

      a.Integer.parseInt (’10′)
      untuk merubah nilai sting menjadi integer.
      b.String.valueOf (’100′)
      untuk merubah nilai integer menjadi string.
      c.double.parseDouble(’10.20′)
      untuk merubah nilai string menjadi double.

  4. Putra
    28 April 2014 at 3:06 am

    hai…saya baru masuk kuliah,,saya ambil jurusan sistem informasi
    saya mau nanya kalau mau mencari logika if menggunakan
    ini gimana ya?? mohon bantuan nya soalnya saya belum mengerti

    jika nilai1>nilai2 maka max=nilai1
    else max=nilai2

    jika max>nilai3 maka max=max
    else max=nilai3

    jika max>nilai4 maka max=max
    else max=nilai4

  5. aziz
    1 November 2014 at 6:43 am

    makasih mas membantu sekali

    • javanewbie
      15 November 2014 at 1:13 pm

      sama-sama

  1. 16 September 2013 at 8:03 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: