Home > Uncategorized > Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK)

Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK)

Apakah DPLK itu ?

  1. DPLK merupakan singkatan dari Dana Pensiun Lembaga keuangan, yaitu lembaga yang menyelenggarakan Program Pensiun Iuran Pasti bagi perusahaan/pemberi kerja maupun perorangan.
  2. Program Pensiun DPLK dapat diikuti oleh karyawan, baik secara kumpulan/perusahaan maupun perorangan.
  3. Program Pensiun DPLK diperlukan sebagai fasilitas jaminan hari tua karyawan.
  4. Melalui program pensiun DPLK, keinginan karyawan untuk mewujudkan pensiun yang sejahtera lebih mudah dicapai.
  5. Dapat membantu perusahaan/pemberi kerja dalam meraih sukses tujuan bisnisnya karena kehadiran program ini dapat memacu loyalitas dan produktivitas karyawan dalam bekerja.

Keuntungan mengikuti Program Pensiun DPLK

  1. Keuntungan Pemberi Kerja/Perusahaan :
    1. Dapat melaksanakan program pensiun, tanpa mendirikan dana pensiun sendiri.
    2. Iuran Perusahaan untuk karyawan dianggap sebagai biaya sehingga mengurangi Pajak Penghasilan Badan (PPh 25).
    3. Besarnya iuran bersifat fleksibel, dapat disesuaikan dengan kondisi keuangan perusahaan/pemberi kerja
    4. Menjadi daya tarik untuk mempertahankan dan merekrut karyawan berkualitas
  2. Keuntungan Karyawan:
    1. Iuran dibukukan langsung atas nama rekening karyawan.
    2. Iuran karyawan menjadi faktor pengurang Pajak Penghasilan (PPh 21).
    3. Iuran dapat dipotong langsung dari gaji karyawan.
    4. Dapat memilih arahan investasi sesuai dengan keinginannya.
    5. Memperoleh manfaat pensiun bulanan tetap di saat pensiun sehingga penghasilan bulanan/kesejahteraan hidup di hari tua terjamin.
    6. Hasil investasi tidak dikenakan pajak.

Bagaimana Program Pensiun DPLK dapat dilaksanakan ?

  • Program Pensiun DPLK dapat dilaksanakan dengan membayar iuran/kontribusi kepesertaan.
  • Iuran/kontribusi DPLK diperoleh dengan cara 100% diberikan oleh karyawan, atau 100% dibayarkan oleh perusahaan, dan atau gabungan iuran/kontribusi dari karyawan dan perusahaan.
  • Besarnya iuran/kontribusi DPLK bersifat fleksibel, dapat disesuaikan dengan kemampuan perusahaan dan atau karyawan.

Alasan Menginvestasikan Dana di DPLK

Sudahkah Anda memikirkan sumber pendanaan ketika memasuki masa pensiun? Sedikit saja orang yang sudah cukup memikirkannya sejak usia produktif. Namun sebagian besar malah beranggapan masalah itu bisa dipikirkan lain waktu.

Padahal, kalau dipikir-pikir pensiun Anda hanya ditanggung oleh negara atau tempat bekerja selama kurang lebih 3 tahun setelah putus masa kerja. Artinya, sumber pendanaan Anda hanya tersedia hingga usia sekitar 58 tahun.

“Bagaimana selanjutnya?” ujar Kepala Bagian Analisis Penyelenggaraan Biro Dana Pensiun Bapepam-LK, Yusman dalam acara di hotel Aston Atrium, Senen, Jakarta, Selasa (2/12/2008).

Menurut Yusman, setiap orang yang bekerja mau tidak mau harus mulai memikirkan sumber pendanaan setelah masa pensiun tanggungan habis.
“Itulah sebabnya sangat penting mulai memikirkan sumber dana pensiun saat usia kita masih produktif bekerja,” ujarnya.

Ketua Asosiasi Konsultan Aktuaria Indonesia (AKAI), Haris A Santoso mendukung pernyataan tersebut. Apalagi jumlah pensiunan terus bertambah dari tahun ke tahun seiring meningkatnya populasi penduduk.

“Pertumbuhan jumlah pensiunan dari tahun ke tahun terus bertambah, saat ini sekitar 11% dari populasi penduduk. Tahun 2015 porsinya diperkirakan bertambah menjadi 15%,” ujar Haris.

Oleh sebab itu, keduanya menganjurkan pentingnya memikirkan sumber pendanaan pasca kerja alias pensiun. “Bentuknya bisa tabungan yang dilakukan secara mandiri atau investasi,” jelas Yusman.

Menurut Yusman, tidak sulit menyisihkan 10% hingga 20% dari gaji bulanan untuk ditabung secara berkala hingga akhir masa kerja. “Ada pepatah, kalau seseorang bisa hidup dengan Rp 100 per hari, maka ia bisa memaksakan untuk hidup dengan Rp 90 per hari. Itu artinya menyisihkan 10% pasti
bisa dilakukan setiap orang. Lebih bagus kalau bisa 20%,” ujarnya.

Menurut Yusman, atas alasan itu juga negara mengesahkan undang-undang yang mengatur soal dana pensiun bagi warga negara Indonesia.
“Disahkannya UU tersebut, sebenarnya merupakan pengakuan negara bahwa negara tidak bisa menjamin sepenuhnya masa pensiun warga negara,” ujar Yusman.

Yusman juga menegaskan, dengan diaturnya masalah dana pensiun oleh UU bukan berarti setiap orang yang bekerja sudah bisa bersantai-santai.

“UU tersebut memberikan pesan pada kita, bahwa sumber pendanaan masa pensiun harus dipikirkan oleh warga negara secara proaktif. Sebab ini menyangkut pemenuhan kebutuhan sehari-hari kita setelah memasuki masa pensiun,” jelas Yusman.

“Jadi kita tidak bisa menyerahkan nasib kita bukan pada diri kita sendiri. Persiapan dana pensiun harus mulai dilakukan oleh semua orang saat usia
produktif. Bentuknya bisa dengan menabung 10-20% per bulan, atau mulai memikirkan investasi,” ujar Yusman.

Haris menimpali, kesadaran masyarakat Indonesia dalam mempersiapkan dana pensiun masih rendah. Hal itu ditunjukkan dengan rendahnya tingkat jaminan sosial di Indonesia.

“Singapura contohnya, porsi social security sudah mencapai 33%. Indonesia baru sekitar 6,64%. Ini menunjukkan rendahnya kesadaran kita dalam mempersiapkan jaminan bagi kehidupan kita sendiri,” papar Haris.

Oleh sebab itu, Haris menegaskan kesadaran memikirkan sumber pendanaan di masa pasca kerja harus mulai menjadi bagian dari masyarakat Indonesia terlebih dahulu, sebelum berangan-angan hidup tenang di masa pensiun.

“Lagipula sudah diatur kok dalam UU, baik yang wajib maupun yang sukarela. Tinggal masalah keinginan dan kesadaran saja untuk bisa mewujudkan dan menjalankan masa pensiun yang tenang tanpa perlu memikirkan sumber pendanaan,” ujar Haris.

Jadi sudahkah Anda atau perusahaan Anda peduli soal dana pensiun?

Lebih lanjut mengenai Pensiun

Dana pensiun memang bukan persoalan saat ini, tetapi soal perencanaan untuk kehidupan dihari tua. Karena itu, tidak mengherankan bila masalah ini tidak menjadi fokus perhatian banyak orang. Padahal, setiap manusia pasti akan pensiun dan hal itu harus direncanakan sedini mungkin.

Ditengah kondisi makroekonomi yang cukup kondusif seperti saat ini, pemerintah dan dunia usaha sibuk memikirkan masalah rektrukturisasi utang, ekspansi usaha, hingga perencanaan bisnis tahun depan. Namun permasalahan dana pensiun sebenarnya punya potensi yang besar dan dapat memberikan kontribusi yang signifikan bagi perekonomian.

Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan industri dana pensiun mengalami peningkatan dalam tiga tahun terakhir ini, menyusul adanya kenaikan jumlah kepesertaan program pensiun dan jumlah perusahaan pemberi kerja untuk memiliki program tersebut. Artinya, bisnis ini tetap tumbuh ditengah pertumbuhan ekonomi nasional yang hanya 4%-5% pada periode 2002 – 2005.

Jumlah kepesertaan program pensiun meningkat dari  1,6 juta pada 2002 menjadi 1,73 juta tahun lalu. Jumlah perusahaan pemberi kerja dalam kepemilikan program pensiun juga naik dari 2.500 unit menjadi 4.224.

Tetapi dibanding dengan industri keuangan lainnya, bisnis dana pensiun masih kalah. Uang yang dikelola dana pensiun tercatat sebesar Rp 66,91 triliun, sementara industri asuransi mengelola dana Rp 76,3 triliun dan pembiayaan (multifinance) mencapai Rp 96,5 triliun.

Salah satu penyebab rendahnya kelolaan aset dana pensiun adalah program pensiun yang bersifat sukarela. Artinya, hanya perusahaan yang merasa perlu memikirkan hari tua karyawannya yang ikut program dana pensiun. Bila seluruh pekerja diwajibkan memiliki program pensiun, bisa dibayangkan dana kelolaannya akan berlipat-lipat.

Karena itu, pemerintah perlu mewajibkan atau setidaknya memberikan insentif  bagi perusahaan yang mengikutkan karyawannya dalam program pensiun.Melalui program pensiun dan jaminan sosial, kesejahteraan pekerja dan masyarakat bisa ditingkatkan.

Langkah selanjutnya yang harus dipikirkan adalah menginvestasikan aset dana pensiun agar memberikan hasil optimal. Dari total aset dana pensiun Rp 66,91 triliun, sebesar Rp 17,20 triliun ditempatkan pada obligasi disusul dalam bentuk deposito Rp 17,16 triliun.

Bila aset dana pensiun hanya diinvestasikan dalam instrumen pasar uang tersebut, maka hasilnya tidak akan optimal. Padahal bersama industri asuransi, dana pensiun merupakan sumber pendanaan jangka panjang yang bisa dipakai untuk membiayai proyek-proyek infrastruktur. Saat ini proyek infrastruktur mengalami kekeringan sumber pendanaan, sehingga tidak sedikit proyek yang tertunda penyelesaiannya.

Karena itu, masalah dana pensiun perlu dipandang secara multidimensi. Pemerintah harus bisa menciptakan program pensiun yang mampu memberikan kesejahteraan bagi masyarakat, khususnya kaum pekerja. Untuk bisa memberikan hasil yang optimal , aset dana pensiun harus diinvestasikan kesektor yang lebih menguntungkan melalui instrumen keuangan yang cocok, seperti obligasi jangka panjang khususnya untuk proyek infrastruktur yang memiliki return lebih dibandingkan dengan deposito.

Dana pensiun pada akhirnya harus didesain dan dikelola agar bisa memberikan manfaat yang optimal bagi pekerja, perusahaan dan perekonomian nasional.

Produk DPLK

Profil DPLK

DPLK Jiwasraya adalah DPLK di Indonesia yang pertama mendapat pengesahan “Menteri Keuangan Melalui SK No. KEP.171-KMK/7/1993 Tanggaal 16 Agustus 1993” dan satu-satunya DPLK yang didirikan oleh perusahaan asuransi jiwa milik negara, PT Asuransi Jiwasraya (Persero)
DPLK Jiwasraya adalah merupakan lembaga keuangan yang mengelola Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP) bagi karyawan perusahaan dan perorangan atau pekerja mandiri.

Misi utama kami adalah

Menyelenggarakan Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP) sebagai program Investasi dengan biaya serendah mungkin dan konsisten dengan keamanan dana peserta.

Pelayanan kepada peserta adalah komitmen kami untuk menjamin pembayaran hak yang benar kepada orang yang benar. Pembayaran tepat waktu merupakan esensial dalam kualitas pelayanan kami.

Perencanaan Pensiun

Apa yang Anda bayangkan pada saat Anda memasuki usia pensiun atau barangkali Anda sudah melihat bagaimana orang-orang di lingkungan Anda pada saat menjalani masa pensiunnya.

Setiap orang pasti menginginkan bahwa hari tuanya menyenangkan, menikmati penghasilan seumur hidup untuk memelihara kesejahteraan diri sendiri dan keluarga tanpa membebani anak cucu dan orang lain.

Cara terbaik untuk menjamin agar tujuan hari tua Anda tercapai adalah Anda harus memulai membuat perencanaan dari sekarang “Jika Anda gagal membuat rencana berarti Anda merencanakan untuk gagal”.

Konsep Dasar PPIP

Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP) adalah merupakan program investasi yang iurannya ditetapkan lebih dahulu dan seluruh iuran serta hasil pengembangannya dibukukan pada rekening masing-masing peserta.

Manfaat Pensiun ditetapkan berdasarkan Akumulasi Iuran ditambah Hasil Pengembangannya dan jenis pensiun/anuitas yang dipilih.

Berdasarkan konsep dasar Program Pensiun Iuran Pasti, tujuan utama Anda adalah bagaimana Anda dapat membuat Akumulasi Dana (iuran ditambah hasil pengembangannya) pada saat Anda mencapai usia pensiun menjadi besar.

Tujuan utama Anda tersebut akan dapat tercapai apabila Anda mulai menginvestasikan lebih awal melalui DPLK Jiwasraya.

Bagaimana investasi melalui DPLK Jiwasraya dapat bekerja? Keuntungan-keuntungan apa yang akan Anda peroleh jika Anda menginvestasikan dana Anda melalui DPLK Jiwasraya?

Investasi Melalui DPLK

Menginvestasikan melalui DPLK Jiwasraya akan menghasilkan rate of return yang lebih tinggi karena hasil investasi yang Anda peroleh adalah bebas pajak.

Kekuatan Bunga Majemuk

Dengan bunga majemuk berarti hasil investasi yang Anda peroleh akan terus berkembang secara bunga berbunga selama Anda menempatkan dana Anda.

Jika Anda mulai menginvestasikan hanya dengan Rp. 100.000,00 sebulan atau Rp. 1.200.000,00 setahun, maka dengan tingkat bunga yang berbeda dana Anda akan berkembang dengan cepat sebagaimana diilustrasikan pada tabel berikut :

Lama Kepesertaan 11% 12% 13% 14% 15%
5 7.574.512 7.743.877 8.307.949 8.528.910 8.757.237
10 19.367.153 20.298.455 23.597.917 24.978.094 26.456.281
15 37.726.934 40.652.269 51.737.610 56.702.624 62.277.400
20 66.310.995 73.650.414 103.525.966 117.887.773 137.523.562
25 110.813.080 127.147.880 198.837.378 235.891.806 280.639.622

Pilihan Anuitas

Jenis Pensiun/Anuitas yang diselenggarakan oleh PT. Asuransi Jiwasraya (Persero) diantaranya:
Anuitas Eksekutif Prima§
Anuitas Eksekutif Utama§
Anuitas Eksekutif Ideal§

Informasi Pelayanan

Kami percaya bahwa keberhasilan manajemen memerlukan kekuatan komunikasi dan mengetahui kebutuhan masing-masing pelanggan.

Setiap tiga bulan dan akhir tahun kami selalu memberikan laporan mengenai posisi dana  setiap peserta atau setiap saat apabila diperlukan. Dengan demikian peserta akan mengetahui akumulasi iuran dan hasil investasi yang diperoleh melalui DPLK.

Untuk menjamin keamanan dan kerahasiaan dana Anda, DPLK Jiwasraya menerbitkan Personal Identity Number (PIN) untuk setiap peserta/perusahaan. Hanya Anda yang dapat mengakses rekening Anda.

DPLK Jiwasraya mengembangkan suatu sistem untuk mengunci pihak ketiga yang ingin melihat data pribadi Anda. Melalui layanan Internet pengiriman informasi kepada dan dari Anda adalah merupakan transmisi yang aman antara komputer Anda dan DPLK Jiwasraya.

Sumber :

http://jiwasraya.co.id

http://www.manulife-indonesia.com

http://www.dplkindolife.com

Categories: Uncategorized
  1. 13 June 2011 at 10:05 am

    kalo kriteria / parameter pemilihan DPLK itu seperti apa dunk ??

    • javanewbie
      18 July 2013 at 3:18 am

      Saya tahu secara umum saja :
      1. Bunga yang ditawarkan wajar, tidak terlalu tinggi jauh melampaui bunga bank.
      2. Perkembangan dana disampaikan secara transparan, tidak ada yang ditutupi.
      3. Proses penarikan dana dan klaim pelayanan-nya baik dan mudah

      semoga membantu🙂

  2. nurdin
    27 July 2013 at 1:07 am

    saya mau tanya pak/ibu : saya eks Karyawan PT.EPS yang sudah habis masa kerja / kepersetaan kurang lebih 2 tahun lamanya..yang saya ingin tahu..apa dana pensiun (DPLK) bisa diambil pak?

    • javanewbie
      27 July 2013 at 6:04 am

      Kalau boleh tahu bapak ambil program DPLK dimana?
      Seharusnya bisa,karena itu sudah menjadi hak bapak untuk mendapatkan manfaat pensiun normal atau ekspirasi.
      Di DPLK dicatat usia pensiun sesuai aturan kepegawaian jika bapak masuk bersamaan dengan perusahaan, atau sesuai masa pensiun yang bapak tentukan jika masuk sebagai pribadi.
      Saran saya silahkan tanyakan informasinya ke DPLK yang bapak ikuti. Tapi jika bapak belum ambil pun bapak tidak dirugikan, uangnya akan terus berkembang hingga sekarang tanpa dibatasi usia pensiun bapak.

      Semoga bermanfaat, komentar saya berdasarkan pengalaman saya menjadi programmer aplikasi DPLK diperusahaan saya.
      Terima kasih.

  3. Siasat A. Lahagu
    23 April 2014 at 9:08 pm

    Saya termasuk peserta DPLK Jiwasraya. Pertanyaan saya: kenapa laporan mengenai posisi dana DPLK saya belum diupdate padahal sudah lebih tiga bulan. Terakhir data update tgl. 31 Des 2013. Terus saya sudah melakukan pembayaran yuran tgl 2 April lalu tapi belum ada penambahan saldonya.

    • javanewbie
      2 July 2014 at 1:58 am

      Untuk laporan dana sesuai proses entry yang dilakukan oleh pegawai administrasi DPLK Jiwasraya. Jika anda sudah melakukan pembayaran namun belum masuk ke laporan dana, ada baiknya mengkonfirmasi langsung ke kantor DPLK Jiwasraya.

  4. Priyadi
    6 June 2014 at 9:58 am

    apakah saat kita butuh dana di tengah jalan bisa menarik dana sebagian tidak ya

    • javanewbie
      2 July 2014 at 1:55 am

      Bisa pak, tapi sesuai ketentuan DPLK ditempat anda menyimpan dana.

    • javanewbie
      8 December 2014 at 5:50 am

      Bisa, akan tetapi potongan akan lebih besar dibanding saat akhir masa kepesertaan baik pensiun ataupun tutup usia. Pemotongan akan disesuaikan dengan peraturan perpajakan yang berlaku.

      Semoga bermanfaat.

  5. Maria
    3 December 2014 at 11:36 pm

    Saya peserta DPLK dimana iurannya dipotong dari gaji namun kepesertaannya 100 % kontribusi sy tanpa share perusahaan. Jika nanti sy mendapat THR/Bonus dan kemudian sy minta perusahaan untuk lsg transfer ke DPLK dan tidak ke rekening saya. Apakah perusahaan akan mengenakan pajak Pph21 THR/Bonus sebelum ditransfer ke DPLK? Akankah Perusahaan mengakui dana tersebut tetap sebagai bonus? Karena dana tersebut dibayarkan ke DPLK, apakah saya sebagai wajib pajak, dapat masukkan angka THR/bonus tersebut sebagai pengurang pajak di SPT saya nantinya?

  6. Maria
    4 December 2014 at 1:17 am

    Sy peserta DPLK diminta iuran dibyr mll pemotongan gaji per bulannya. Kepesertaan ini 100% kontribusi karyawan. Jika sy mndpt bonus dr perusahaan nantinya, sy berencana akan minta perusahaan utk menyetornya ke DPLK sy. Apakah perusahaan akan mengenakan Pph21 atas bonus tersebut dan baru disetor ke DPLK? Pembayaran yang dilakukan oleh perusahaan tersebut diakui sebagai bonus atau iuran DPLK? Dalam bukti potong akhir tahun yang akan saya terima, apakah angka bonus yang ditransfer ke DPLK ini dapat dijadikan pengurang pajak? Mohon sarannya. Trimakasih.

    • javanewbie
      8 December 2014 at 5:48 am

      Setahu saya, dana akan masuk ke dplk 100%,untuk pengenaan pajak akan dikenakan saat penarikan dana. Baik saat tarik dana sebelum klaim atau sesudah klaim seperti pensiun, meninggal atau peristiwa yang menyebabkan berakhirnya hubungan kerja dengan perusahaan. Untuk nilainya sesuai ketentuan perpajakan. Tapi ada baiknya anda konfirmasi kembali ke dplk tempat anda menempatkan dana.

      Semoga membantu.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: