Pengantar Basis Data

Sejarah DBMS

Generasi pertama DBMS didesain oleh Charles Bachman dinamakan Penyimpanan Data Terintegrasi (Integrated Data Store).  Model data jaringan.

IBM mengembangkan sistem manajemen informasi (Information Management System) DBMS. IMS dibentuk dari representasi data pada kerangka kerja yang disebut dengan model data hirarki.
Kemudian membangkan sistem SABRE sebagai hasil kerjasama antara IBM dengan perusahaan penerbangan Amerika. Sistem ini memungkinkan user untuk mengakses data yang sama pada jaringan komputer.

Edgar Codd, mengusulkan model data relasional. Model relasional menjadi paradigma DBMS yang paling dominan. Bahasa query SQL dikembangkan untuk basis data relasional. Digunakan untuk eksekusi bersamaan dalam basis data disebut transaksi.

awalnya hanya tipe data tradisional seperti char,integer,decimal, dll.
Berkembang kemampuan penyimpanan tipe data baru semisal image dan text, dan kemampuan query yang kompleks.

Data warehouse, mengkonsolidasi data dari beberapa basis data.

Enterprise resource planning (ERP)  & Management resource planning (MRP), yang menambahkan substansial layer dari fitur berorientasi pada aplikasi.

Vendor Oracle, PeopleSoft, SAP, dan Siebel ini mengidentifikasi himpunan tugas secara umum (misal manajemen inventori, perencanaan sumber daya manusia, analisis finansial) dan menyediakan aplikasi layer secara umum untuk menangani keperluan tersebut. Data disimpan dalam DBMS relasional, dan aplikasi layer dapat disesuaikan untuk perusahaan yang berbeda.

DBMS memasuki dunia internet. Pada saat generasi pertama dari Web site menyimpan datanya secara eksklusif dalam file system operasi, maka saat ini DBMS dapat digunakan untuk menyimpan data yang dapat diakses melalui Web browser. Query dapat digenerate melalui form Web, dan format jawabannya menggunakan markup language semisal HTML untuk mempermudah tampilan pada browser.

Manajemen basis data mempertimbangkan pentingnya suatu data bersifat on-line, dan dapat diakses melalui jaringan komputer. Saat sekarang bidang seperti ini diwujudkan dalam basis data multimedia, video interaktif, perpustakaan digital,proyek ilmuwan seperti proyek pemetaan, proyek sistem observasi bumi milik NASA, dll.

Konsep DBMS

Komponen utama DBMS :

perangkat keras
berupa komputer dan bagian-bagian didalamnya, seperti prosesor, memori & harddisk. Komponen inilah yang melakukan pemrosesan dan juga untuk menyimpan basis data.

basisdata
sebuah DBMS dapat memiliki beberapa basisdata, setiap basisdata dapat berisi sejumlah obyek basisdata (file,tabel,indeks dsb). Disamping berisi data,setiap basisdata juga menyimpan definisi struktur (baik untuk basisdata maupun obyek-obyeknya secara detail).

perangkat lunak
perangkat lunak ini terdiri dari sistem operasi dan perangkat lunak/program pengelola basisdata. Perangkat lunak inilah yang akan menentukan bagaimana data diorganisasi,disimpan, diubah dan diambil kembali. Ia juga menerapkan mekanisme pengamanan data, pemakaian data secara bersama, pemaksaan keakuratan/konsistensi data, dsb.

Contoh perangkat lunak DBMS : MS access, SQL Server, Oracle dsb.

pengguna/user
pengguna dapat digolongkan menjadi 3 :

pengguna akhir / end user.
Dapat dibagi menjadi 2 :

– pengguna aplikasi : adalah orang yang mengoperasikan program aplikasi yang dibuat oleh pemrogram aplikasi.

– pengguna interaktif : adalah orang yg dpt memberikan perintah-perintah pada antar muka basisdata, misalnya SELECT, INSERT dsb.

pemrogram aplikasi
adalah orang yang membuat program aplikasi yang menggunakan basisdata.

administrator database / DBS (database administrator)
adalah orang yang bertanggungjawab terhadap pengelolaan basisdata.

Tugas DBA :

– mendefinisikan basisdata

– menetukan isi basisdata

– menentukan sekuritas basisdata

 

Keuntungan DBMS

Penyimpanan data dalam bentuk DBMS mempunyai banyak manfaat dan kelebihan dibandingkan dengan penyimpanan dalam bentuk flat file atau spreadsheet, diantaranya :
=> Performance
yang idapat dengan penyimpanan dalam bentuk DBMS cukup besar, sangat jauh berbeda dengan performance data yang disimpan dalam bentuk flat file. Disamping memiliki unjuk kerja yang lebih baik, juga akan didapatkan efisiensi penggunaan media penyimpanan dan memori
=> Integritas
data lebih terjamin dengan penggunaan DBMS. Masalah redudansi sering terjadi dalam DBMS. Redudansi adalah kejadian berulangnya data atau kumpulan data yang sama dalam sebuah database yang mengakibatkan pemborosan media penyimpanan.
=> Independensi
Perubahan struktur database dimungkinkan terjadi tanpa harus mengubah aplikasi yang mengaksesnya sehingga pembuatan antarmuka ke dalam data akan lebih mudah dengan penggunaan DBMS.
=> Sentralisasi
Data yang terpusat akan mempermudah pengelolaan database. kemudahan di dalam melakukan bagi pakai dengan DBMS dan juga kekonsistenan data yang diakses secara bersama-sama akan lebiih terjamin dari pada data disimpan dalam bentuk file atau worksheet yang tersebar.
=> Sekuritas
DBMS memiliki sistem keamanan yang lebih fleksibel daripada pengamanan pada file sistem operasi. Keamanan dalam DBMS akan memberikan keluwesan dalam pemberian hak akses kepada pengguna.

Dan Keuntungan Penggunaan DBMS lainnya adalah sebagai berikut :
=> Pengaksesan yang efisien terhadap data
DBMS menyediakan berbagai teknik yang canggih sehingga penyimpanan dan pengambilan data dilakukan secara efisien.
=> Keamanan dan integritas data
Karena data dikendalikan oleh DBMS, DBMS dapat melakukan kendala integritas terhadap data. Segala sesuatu yang tidak sesuai dengan definisi suatu field dan kekangan yang melekat pada field akan ditolak. Sebagai contoh, jika field Jenis_Kelamin dinyatakan berupa P atau W, maka penyimpanan L ke field tersebut dengan sendirinya akan ditolak oleh DBMS.
=> Administrasi data
Jika sejumlah pemakai berbagi data, pemusatan administrasi dapat meningkatkan perbaikan yang sangat berarti. Dengan cara seperti ini, duplikasi atau redudansi data dapat diminimalkan.
=> Akses bersamaan dan pemulihan terhadap kegagalan
DBMS menyediakan mekanisme sehingga data yang sama dapat diakses oleh sejumlah orang dalam waktu yang sama. Selain itu, DBMS melindungi pemakai dari efek kegagalan sistem. Jika terjadi kegagalan sistem, DBMS dapat mengembalikan data sebagaimana kondisi saat sebelum terjadi kegagalan.
=> Waktu pengembangan aplikasi terpendek
DBMS menawarkan banyak fasilitas yang memudahkan dalam menyusun aplikasi sehingga waktu pengembangan aplikasi dapat diperpendek.

 

Abstraction Level

Data dalam DBMS dapat digambarkan dalam tiga level abstraksi, yaitu konseptual, fisik, dan eksternal. Data definition language (DDL) digunakan untuk mendefinisikan skema eksternal dan konseptual. Semua vendor DBMS menyertakan perintah SQL untuk menggambarkan aspek dari skema fisik. Informasi tentang skema konseptual, eksternal dan fisik disimpan dalam katalog sistem Memiliki beberapa tinjauan (views), skema konseptual tunggal (logical) dan skemafisik.
+ Menggambarkan bagaimana cara user melihat data
+ Skema konseptual mendefinisikan struktur logika
+ Skema fisikal menggambarkan file dan indeks yang digunakan

Database Language
DATA DEFINITION LANGUAGE (DDL)

DDL adalah perintah – perintah yang digunakan untuk membangun isi dari database. DDL bertugas untuk membuat objek SQL dan menyimpan definisinya dalam tabel. Contoh dari objek yang dimaksud adalah tabel, view, dan index. Pembuatan tabel, perubahan struktur tabel, perubahan nama tabel, serta perintahuntuk menghapus tabel, dilakukan dengan sub bahasa yang tergolong dalam DDL  Perintah – perintah yang digolongkan dalam DDL adalah :

  1. Create : Perintah ini digunakan untuk membuat databs, tabel, dan objek lain dalam database
  2. Alter : Perintah ini digunakan untuk memodifikasi tabel, seperti mengganti nama tabel, mengubah jenis/tipe field yang digunakan, mengubah nama field baru atau mengurangi field tertentu
  3. Drop : Perintah ini digunakan untuk menghapus database, tabel dan objek lain dalam dabase.

DATA MANIPULATION LANGUAGE (DML)

DML digunakan untuk menampilkan, mengubah, menambah dan menghapus baris dalam tabel. Perintah – perintah yang dihubungkan digolongkan dalam DML antara lain:

  1. Select : Perintah ini digunakan untuk menampilkan isi tabel.Baik semua isi tabel atau sebagian isi tabel. Bahkan bisa pula menampilkan isi tabel yang dihubungkan dengan tabel – tabel yang lain.
  2. Insert : Perintah ini untuk mengisi atau menambahkan isi tabel. Pengisian dapat dilakukan untuk seluruh field atau hanya sebagian filed saja.
  3. Update : Seperti terlihat pada perintahnya. Perintah ini digunakan untuk mengubah item – item tertentu dalam satu tabel.
  4. Delete : Perintah ini digunakan untuk menghapus record – record dengan kriteria tertentu.

 

DATA CONTROL LANGUAGE (DCL)

Setelah mengenal perintah dalam DDL dan DML selanjutnya masih ada dua perintah lagi yang akan kita kenal, yaitu grant dan revoke. Kedua perintah ini tergolong dalam Data Controlling Language (DCL) yaitu perintah yang akan membantu mengontrol keamanan setiap database atau sebagian isi dari database dengan membuat hak – hak akses tertentu bagi setiap user. Grant : Grant digunakan untuk memberikan hak – hak tertentu kepada seorang user.

  1. Grant diberikan oleh user yang mempunyai hak untuk memberkan grant atau administrator (root).
  2. Revoke : Kebalikan dari grant. Revoke digunakan untuk mencabut hak – hak dari seorang user terhadap database tertentu atau sebagian isi dari database.

Sumber :

http://bangvandawablog.blogspot.com/2012/09/sejarah-dan-keuntungan-dbms-database-manajemen-sistem.html

https://wawanlaksito.wordpress.com/2012/03/27/konsep-dbms-database-management-system/

http://yosepw.blogspot.com/2013/01/konsep-dbms.html

http://diginumbel5.blogspot.com/2010/03/bahasa-dalam-database.html

https://sleepingforest13.wordpress.com/contoh-penggunaan-bahasa-ddl-dan-dml-pada-bahasa-sql/

%d bloggers like this: