Java Enterprise Edition

Edisi yang dikhususkan oleh Sun Microsystem untuk para programmer yang ingin membuat aplikasi berskala enterprise(global). Biasanya berplatform web-based application yang berjalan di internet. Dalam Java Enterprise Edition (JEE nama sebelumnya J2EE) terdapat banyak sekali tools-tools yang disebut framework, yaitu sebuah lingkungan kerja khusus bagi programmer yang mana lingkungan tersebut merupakan kumpulan dari library-library yang terdiri dari kumpulan project-project yang dibentuk dalam jar(java archive) file, sehingga programmer yang menggunakan framework tersebut tidak perlu pusing-pusing dalam meramu library apa saja yang diperlukan, karena sudah disediakan. Tetapi memang sedikit diperlukan jika programmer tersebut memang membuat aplikasi khusus yang sebelumnya tidak ditujukan pembuatannya dari framework tersebut.

Contoh-contoh framework yang ada dalam JEE adalah JSF, SpringMVC, Struts2, Tapestry.

Inilah step belajar Road to Java Enterprise versi om endy :

Tahap Pertama

  1. Belajar HTTP.
  2. bedanya GET dan POST
  3. apa itu session
  4. bagaimana cara implement state management
  5. konsep multipart dan mekanisme upload file
  6. Belajar Servlet Fundamental.
  7. Servlet
  8. Filter
  9. Listener
  10. Tidak perlu repot2 belajar JSP
  11. Belajar JDBC. Pastikan Anda tau:
  12. Cara connect ke database
  13. Cara eksekusi DML
  14. Cara menjalankan SQL select
  15. Belajar Database Transaction Fundamental. Pastikan Anda tau:
  16. Syarat-syarat untuk mengaktifkan transaction
  17. Local vs Managed Transaction
  18. Programmatic vs Declarative Transaction
  19. Transaction Isolation Level
  20. Transaction Propagation

Untuk tahap pertama, itu dulu saja.

Kalau sudah ngerti itu, bisa dengan mudah memahami:

  • Web framework apapun (Spring MVC, Struts 1 dan 2, Java Server Faces)
  • Database abstraction framework seperti Spring JDBC, iBatis, dan Hibernate.

Tahap Kedua

Tahap kedua ini relatif rumit. Karena itu, untuk tiap materi, pastikan: – Anda tau masalah yang mendasari munculnya teknologi ini. – Anda tau cara memecahkan masalah tersebut dengan teknologi ybs. – Anda tau keterbatasan dari teknologi ybs. – Anda tau alternatif solusi selain menggunakan teknologi ybs

  1. Remote Method Invocation
  2. Mekanisme remote invocation
  3. Mekanisme rmiregistry
  4. Cara membuat remote object
  5. Cara mempublish remote object
  6. Cara membuat client yang mengakses remote object
  7. Java Messaging Service (JMS)
  8. Arsitektur Messaging
  9. Point to Point vs Publisher – Subscriber
  10. Bedanya Durable dan Non-Durable Subscriber
  11. Cara mengirim message
  12. Cara menerima message
  13. Enterprise Java Bean
  14. Stateless Session Beans
  15. Stateful Session Beans
  16. Message Driven Beans
  17. Entity Beans dan evolusinya dari versi 2 sampai versi 3.

Kalau sudah menyelesaikan tahap 2 ini, seharusnya Anda akan mudah memahami Seam Framework dan bisa menggunakan sebagian besar fitur dari application server Java (seperti Glassfish, Geronimo, JBoss AS, IBM Websphere, Oracle iAS, BEA Weblogic, dsb).

Selain itu, masih ada tahap ketiga, yaitu urusan lain-lain seperti JMX, dan teman-temannya. Tapi saya yakin kalau sudah lulus tahap dua, sudah tidak bingung lagi mau belajar apa.

Daftar di atas memang cukup menggetarkan hati. Sebagai gambaran, saya sendiri butuh waktu satu tahun lebih untuk memahami itu semua.

Tapi jangan khawatir, kalau Anda mulai hari ini, berarti tahun depan sudah menguasai. Kalau menunda belajar, bukan saja akan lebih lama selesainya, tapi juga materinya akan lebih banyak.

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: